Kamis, 24 Mei 2012



LAPORAN PENDAHULUAN
MIOMA  UTERI

A.    DEFINISI

§  Mioma Uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat sehingga dalam kepustakaan disebut pula Leiomioma, fibromiomo, atau fibroid (kapita selecta kedokteran hal. 387 ; 2001)

§  Mioma Uteri merupakan tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya, sehingga dapat dalam bentuk padat, karena jaringan ikatnya dominant dan lunak, karena otot rahimnya dominan (Gde manuabe SPOG, hal. 409 ; 1998)

§  Neoplasma jinak ini berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang manumpangnya, sehingga dalam kepustakaan dikenal dengan istilah fibromioma, leiomioma, fibroid, (Ilmu kandungan hal. 338 ; 1999)

B.     ETIOLOGI
§  Belum diketahui (kapita selecta kedokteran, hal 387 ; 2001)

C.    HISTOPATO GENESIS
§  Mioma memiliki reseptor estrogen yang lebih banyak dibandingkan miometrium normal (kapita selekta kedokteran hal. 387 ; 2001)

§  Pukka dan Kawan-kawan menyatakan bahwa reseptor estrogen pada mioma lebih banyk dari pada miometrium normal (Ilmu kandungan 338 ; 1999)

§  Efek fibromatosa dapat dicegah dengan pemberian preporat progesterone atau testosterone (Ilmu kebidanan 338 ; 1999)

§  Mioma Uteri labih sering ditemukan pada nulipora, factor keturunan juga berperan (kapita selecta kedokteran hal. 387 ; 2001)

§  Mioma Uteri terdiri dari otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde diliputi pseudokapsul.






C.  PATOLOGI
§  Sering mioma di uterus dapat berasal dari servik uterus ,hanya 1.- 3 % sisanya dari corpus Uteri ( Ilmu kandungan 338 ; 1999)
§  Berdasarkan teori genitoblast / sel nest meyer dan desnoo dan rangsangan terus menerus setiap bulan dari estrogen maka mioma uteri terjadi : ( Gde Manuabe  410 : 1988 )
1.      Berlapis seperti berambang
2.      Lokalisasi bervariasi
a.       Sub serosa
Ø  Di bawah lapisan peritonenum
Ø  Dapat bertangkai dan melayang dalam kuvum / ruang abdomen
b.      Intramural
Þ    Didalam otot rahim dapat besar, padat (jaringan ikat dominant) lunak, (jaringan otot rahim dominant)
c.       Submukosa
Þ    Di bawah lapisan dalam rahim
Þ    Memperluas permukaan ruangan rahim
Þ    Bertangkai dapat dikeluarkan melalui koralis servikalis
d.      Servikal mioma
Þ    Tumbuh di daerah serviks uteri.

D.    GEJALA / TANDA

§  Gejala dan tanda digolongkan menjadi :
1.      Pendarahan abnormal
Þ    Bisa hiperminore, menoragie, metroragie.
Hipermenenore perdarahan banyak saat menstruasi, karena
Þ    Meluaskan permukaan endometrium dalam proses mesntruasi
Þ    Gangguan kontraksi otot rahim
Þ    Pendarahan berkepanjangan
Akibat perdarahan penderita dapat mengalami anemis karena kekurangan darah, cepat lelah, dan mudah terjadi infeksi.
2.      Penekanan Rahim yang membesar
Penekanan rahim karena pembesaran mioma uteri dapat terjadi :
Þ    Terasa berat di abdomen bagian bawah
Þ    Sukar miksi atau defekasi
Þ    Terasa nyeri karena tertekannya uraf saraf
3.   Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan
Ø  Kehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling       mempengaruhi ;
§  Kehamilan dapat mengalami keguguran
§  Persalinan premature
§  Gangguan saat proses persalinan
§  Kala ke tiga terjadi gangguan pelepasan plasenta dan pendarahan

E.   DIAGNOSIS
Berdasarkan gejala klinik ;
§  Penderita jarang dengan keluhan ada berjalan diperut bagian bawah, rasa berat, perdarahan abnomal, retensio urin, dll.
§  Pemeriksaan dalam : teraba tumor padat pada abdomen bagian bawah dan pengerakan tomur terbatas.
§  Dengan Sonde di dapatkan kavum uteri lebih luas

F.     DIAGNOSIS BANDING (Kapita selekta 387 ; 2001)
v  Kehamilan
v  Inversio uteri
v  Adenomiosis
v  Korio karsinoma.
v  Karsinoma korpus uteri
v  Kista ovarium
v  Sarcoma uteri

G.    PERUBAHAN SEKUNDER , (Ilmu kebidanan 340; 1999)
v  Atropi à setelah menopause / setelah  kehamilan mioma
v  Degenerasi hialin à pada klien lanjut usia
v  Degenerasi Kistik
v  Degenerasi membatu
v  Degenerasi merah
v  Degenerasi lemak

H.    KOMPLIKASI
Þ    Degenerasi ganas
Þ    Torsi (Putaran tungkai)

I.        PENATA LAKSANAAN  (Kapita Selekta ; 388 ; 2001)
Ø  Pada mioma kecil dan tidak menimbulkan keluhan, tidak diberikan terapi, hanya diobservasi tiap 3 – 6 bulan.untuk menilai pembesarannya
            Mioma akan lusut setelah menopause
Ø  Pemberian GNRH agonis selama 6 minggu
Ø  Miomiectomi  dengan atau tanpa histrectomi bila besar uterus melebihi seperti kehamilan 12 -14 minggu
Ø  Radioterapi
Ø  Estrogen untuk pasien setelah menopause dan observasi setiap 6 bulan.

J.      PROGNOSIS
Rekurensi setelah miomiromi terdapat pada 15 – 40% penderita dan 2/3 nya memerlukan pembedahan lagi.

Pohon Masalah

























INTERVENSI
No
Dx /MSH/KBTH
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Dx
Mioma Uteri
ü  Tujuan
-     Klien mendapat penatalaksanaan mioma uteri dengan tepat sehingga tidak terjadi komplikasi
ü  KH
1.      Keadaan unum ibu baik
2.      pendarahan berhenti dan perut tidak membesar lagi.
3.      Klien dapat mengambil tindakan dan keputusan









ü  Intervensi
1.      Beri kie tentang penyakit yang dialami klien





1.      Dengan mengetahui tentang penyakitnya klien lebih siap baik fisik / psikologis sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri


2.      Cari riwayat medis ginekologi, kontrasepsi dan riwayat obstreti

2.      Mengetahui riwayat medis ginekologi kontrasepsi, maupun riwayat obstetri sebagai sumber informasi yang memberikan keterangan yang menunjang penegakan diagnosa dan lebih membantu dalam penatalaksanaan tindakan.


3.      Lakukan pemeriksaan TTV palpasi abdomen ,pengeluaran pervagina

3.      Dengan mengetahui tanda- tanda vital petugas mengetahui k/u pasien, dengan palpasi abdomen dapat memberikan informasi tentang perkiraan besarnya mioma dan dengan mengetahui pengeluaran pervagina petugas bisa memperkirakan jumlah perdarahan yang terjadi




No
Dx /MSH/KBTH
INTERVENSI
RASIONAL




4.      Jelaskan tentang pola nutrisi sehubungan dengan adanya perdarahan.
4.      Nutrisi yang cukup meningkatkan stamina dan bisa mencegah anemia


5.      Jelaskan pola istirahat yang cukup pada klien

5.      Dengan istirahat yang cukup membantu memperlancar sirkulasi darah dan bisa membuat klien merasa lebih nyaman


6.      Kolaborasi dengan tim medis

6.      Penatalaksanaan lengkap dari mioma uteri dilakukan tim medis
2
Masalah
ü  Perdarahan pervag yang abnormal
ü  TUJUAN
Þ    Untuk mengurangi atau menghentikan perdarahan pervag yang abnormal
ü  KH
Þ    Perdarahan berhenti
Þ    Tidak terjadi anemia

INTERVENSI













1.      Jelaskan pada klien tentang keadaan pada dirinya


1.      Dengan mengetahui keadaan dirinya secara medis klien lebih bisa menerima penatalaksanaan medis yang akan diberikan


2.      Observasi jumlah perdarahan yang keluar

2.      Dengan mengetahui kehilangan jumlah darah dari klien bisa membantu dalam penatalaksanaan


3.      Anjurkan untuk nutrisi yang cukup

3.      Dengan nutrisi yang cukup bisa mencegah terjadinya anemia


4.      Kolaborasi dengan dokter
4.      Tenaga medis yang mempunyai wewenang dalam pengobatan secara komprehensif.







No
Dx /MSH/KBTH
INTERVENSI
RASIONAL
3.
KEBUTUHAN
ü  Informasi tentang mioma uteri dan penetalaksanaan
ü  TUJUAN
Þ    Klien dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat pada dirinya atas dasar pemahaman
ü  KH
Þ    Ibu mengerti tentang mioma uteri, penyebab, pencegahan maupun komplik aslinya
Þ    Ibu/klien bersedia menjalani operasi atas dasar kesadaran.
ü  INTERVENSI
1.      Jalin komunikasi terapeutik dengan pasien

















1.      Komunikasi teraupetik membuat klien lebih terbuka pada petugas, sehingga beban psikologis klien bisa berkurang


2.      Sampaikan informasi dengan sikap tenang dan penuh empati
2.      Sikap tenang dan empati membantu klien mempertahankan control emosional dalam berespon ter hadap diaknosa/ penyakit yang sedang dialami


3.      Jelaskan pada klien dan keluarga tentang mioma uteri
3.      Keluarga lebih bisa memberi dukungan moril apabila mengetahui tentang kondisi yang dialami klien dan dengan tahu tentang penyakitnya klien lebih siap baik fisik maupun psikologis



4.      Beri dukungan moril dan konseling untuk miomectomi
4.      Penjelasan tentang gambaran operasi miomectomi dan konseling apabila mioma uteri yang perlu diangkat, tidak dilakukan akan lebih memberikan wawasan pada klien untuk mengambil keputusan yang terbaik berdasarkan pemahaman
Riwayat kehamilan dan persalinan :
-          P1001 , anak terkecil 22 tahun .
-          Tidak pernah mengalami persalinan dengan sc.
-          Tidak pernah mengalami  masalah post partum.
-          Tidak pernahg mengalami masalah dalam persalinan yang lalu.

  1. Riwayat pemyakit yang di derita :
-          Tidak ada

  1. Riwayat penyakit yang lalu :
-          Tidak ada .

  1. Riwayat penyakit keturunan :
         -        Tidak ada

  1. Perilaku kesehatan :
-          Ibu tidak pernah merokok , minum jamu , minum alkhohol / memakai  obat – obatan .

  1. Keadaan psikososial :
-          Ibu bertanya padsa petugas mengapa dirinya bisa terkena mioma uteri .
-          Apa mioma uteri ?
-          Ibu bertanya apa penyebab mioma uteri
-          Ibu bertanya apakah bila tidak operasi bisa mengganggu atau bisa terjadi kanker.
-          Ibvu menanyakan gimana cara agar tidak terjadi mioma uteri.



DAFTAR  PUSTAKA

1.      Cunningham F. Hay 2001. William Obstretics, united state of Amerika, Mc. Gran Hill Companies
2.      Harker, Nifille F 2001. Essensial Obstreori dan ginekologi Jakarta, Hiprokates.
3.      Friedman, Imanuel A. 1998. Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Ginekologi, Jakarta, Binarupa Aksoro
4.      Winkjosastro, Hanifa. 1999, Ilmu Kandungan, Jakarta, YBPP
5.      Arief M. 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, Jakarta, Media Mesculapius
6.      Chalik. T Ma. 1987, Hemoragi Utama Obstretri dan Ginekologi, Jakarta Widya Medika
7.      Manuabe, ma Bogus Boe, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, Jakarta, EGC
8.      Mochtar Rustami, 1998, Sinopsis Obstretri, Jakarta, EGC
9.      Manuabe. Ida Bagus Gde 1998, Penuntun Kepaniteraan Kirnik Obstretri dan Ginekologi, Jakarta EGC.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar